<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>.:Apa Aja:.</title>
	<atom:link href="http://sanjaya.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sanjaya.blogdetik.com</link>
	<description>Apa Aja yang Ada dan Terlintas</description>
	<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 01:00:00 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>My First Internet experience</title>
		<link>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/06/26/my-first-internet-experience/</link>
		<comments>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/06/26/my-first-internet-experience/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 01:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sanjaya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<category><![CDATA[ulang tahun ke-11 detikcom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanjaya.blogdetik.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[
Pada kuartal ketiga tahun 1996, akses internet eceran mulai dijual di kota Bandung.  Saat itu pula, saya yang masih mahasiswa mulai tertarik di dunia internet ini. Di masa itu, sistem operasi yang digunakan masih MS DOS 6.22 plus MS Windows 3.1. ISP yang menjual akses masih bisa dihitung dengan setengah dari total jari sebelah tangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://o.detik.com/link/wp/ultahdetik11.ad"><img src="http://o.detik.com/images/wp/Banner_Hut_detikcom_180x125.gif" alt="" width="180" height="125" /></a></p>
<p>Pada kuartal ketiga tahun 1996, akses internet eceran mulai dijual di kota Bandung.  Saat itu pula, saya yang masih mahasiswa mulai tertarik di dunia internet ini. Di masa itu, sistem operasi yang digunakan masih MS DOS 6.22 plus MS Windows 3.1. ISP yang menjual akses masih bisa dihitung dengan setengah dari total jari sebelah tangan saja (saking dikitnya, hehehe). ISP pertama di Bandung itu Melsa yang merupakan reinkarnasi dari layanan BBS (Bulletin Board System) sebelumnya. BBS ini layanan jadul (jaman dulu) banget yang hanya menggunakan client terminal dari modem.</p>
<p>Waktu itu, di setiap pendaftaran akses internet disyaratkan sudah memiliki modem analog (tahun 96 masih 14.4kbps). Setelah membayar uang registrasi akan diberikan username, email, password, dan beberapa disket instalasi seperti Trumpet Winsock (untuk dial-up dalam Windows 3.1),  Eudora (untuk POP3 client), Netscape (internet browser),  dan WS FTP. Beberapa kali pindah ISP, paket yang didapat tidak jauh berbeda dari empat software tersebut.</p>
<p>Internet waktu itu berbeda jauh dengan saat ini. Email POP3 yang diberikan hanya bisa diakses dari Eudora saja.  Belum bisa diakses melalui web atau device lain seperti sekarang ini. Layanan webmail yang sudah ada waktu itu adalah Hotmail, dengan logo amplop surat yang &#8220;terbakar&#8221; panas.</p>
<p>Ada kebanggaan semu dengan teman-teman saat memiliki email Hotmail tersebut. Saat membuat kartu nama, alamat Hotmail dicantumkan di bawah nama masing-masing. Saya sebut semu, karena email tersebut kenyataannya belum berguna. Internet baru mulai &#8220;buka&#8221; di Indonesia, masih belum banyak orang yang memiliki email. Berbeda jauh dengan kondisi sekarang ini.</p>
<p>Pada tahun itu pula, IRC sudah banyak penggunanya tapi bukan di Indonesia ataupun orang Indonesia. Website yang ada juga masih belum banyak. Seperti saat Mr.Bean baru jatuh dari pesawat ruang angkasanya, waktu itu kami seperti orang yang tak tau arah tujuan. Internet, dunia baru yang benar-benar asing dan awam. Di sinilah kami mengetahui bahwa internet seperti dunia nyata, di mana alamat (URL) atau IP merupakan hal yang mutlak untuk dapat menjelajahi dunia online.</p>
<p>Yang membanggakan dari waktu itu (tahun 96) adalah on-air di radio Pro2FM Bandung, berbincang-bincang mengenai internet. Padahal waktu itu cuma baru tau browsing Hotmail dan main mIRC.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/06/26/my-first-internet-experience/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nokia N97 the Challenge</title>
		<link>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/06/21/nokia-n97-the-challenge/</link>
		<comments>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/06/21/nokia-n97-the-challenge/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 11:17:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sanjaya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanjaya.blogdetik.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[ Tanggal 17-Juni-2009 pas baru duduk di kursi kantor, ada telepon dari prefik Semanggi (Jakarta) yang memberitahukan bahwa saya menang kuis Nokia N97 the Challenge (11-16 Juni).
Setengah gak percaya, saya masih menunggu pengumuman resmi di webnya.   Rasa gak percaya ini hilang setelah hari Sabtu, 20-Juni-2009 kemarin, saya datang ke Plasa Senayan untuk menuju ke tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.nokia.co.id/n97"><img class="alignleft size-full wp-image-90" src="http://sanjaya.blogdetik.com/files/2009/06/4997_1133150539549_1550871325_30312443_8271088_n.jpg" alt="Nokia N97" width="245" height="167" /></a> Tanggal 17-Juni-2009 pas baru duduk di kursi kantor, ada telepon dari prefik Semanggi (Jakarta) yang memberitahukan bahwa saya menang kuis <a href="http://www.nokia.co.id/home/thechallenge" target="_blank">Nokia N97 the Challenge</a> (11-16 Juni).</p>
<p>Setengah gak percaya, saya masih menunggu pengumuman resmi di webnya.   Rasa gak percaya ini hilang setelah hari Sabtu, 20-Juni-2009 kemarin, saya datang ke Plasa Senayan untuk menuju ke tempat launching Nokia N97. Kedatangan ini dalam rangka penyerahan hadiah dari acara online &#8220;Nokia N97 The Challenge&#8221;.</p>
<p>Saya ikuti kuis ini setelah dapet email &#8220;forward&#8221;an dari temen (yang langsung saya trash karena males ikut forward2 email yg &#8216;katanya&#8217; berhadiah) dan <strong>banner</strong> di beberapa website berita nasional. Setelah lihat detil lombanya, saya lebih tertarik ikutan kuis yang menghadiahi N97 dibanding forward-forward email yang berhadiah Nokia 5800.</p>
<p>Tantangan kuis ini lebih mantab dibanding sebelumnya, karena memerlukan kecepatan membaca soal, mengikuti clue, dan mencari jawabannya. Berhubung kecepatan yang dinilai adalah kecepatan menjawab di hari terakhir, kuis hari pertama sampai ketiga saya gunakan untuk testing speed koneksi internet dalam menjawab. Saya memprediksi bahwa kecepatan dalam menjawab dihari terakhir akan membutuhkan koneksi internet dan hardware yang handal.</p>
<p>Saya salut dengan agensi dari Nokia Indonesia ini yang menyelenggarakan jenis kuis yang berbeda. Dengan adanya <a href="http://www.facebook.com/pages/Jakarta-Indonesia/The-challeNge-Game/86662267251"><strong>Facebook</strong></a> dan <a href="https://twitter.com/N97challeNge"><strong>Twitter</strong></a> yang digunakan untuk menampilkan clue/soal, saya punya alternatif koneksi.  Feeling saya tepat, bahwa kecepatan akses Facebook saya drop saat detik-detik menjelang keluarnya clue. Soal yang terlihat pertama kali justru dari Twitter. Jawaban yang diminta harus persis, tidak boleh lebih spasi atau tanda titik.</p>
<p>Melihat spec-nya, N97 ini betul-betul ponsel yang saya idamkan sebelumnya. Adanya WiFi, GPS, dan rekam video 30fps menggabungkan ponsel-ponsel &#8220;idaman&#8221; saya sebelumnya yang ada di beberapa merk ponsel.</p>
<p>Karena ponsel ini baru satu hari saya gunakan, masih banyak yang harus saya oprek untuk mencari spesialisasinya.<br />
<a href="http://sanjaya.blogdetik.com/files/2009/06/5139_95954822251_86662267251_2145548_5918728_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-92" src="http://sanjaya.blogdetik.com/files/2009/06/5139_95954822251_86662267251_2145548_5918728_n.jpg" alt="5139_95954822251_86662267251_2145548_5918728_n" width="362" height="242" /></a><br />
Terima kasih kepada <strong>N</strong><strong>okia Indonesia </strong>(dan agensinya) yang telah menyelenggarakan kuis ini. Semoga lain kali ada lagi tipe kuis seperti ini.</p>
<p style="text-align: center">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/06/21/nokia-n97-the-challenge/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Curhat Yang Dihukum</title>
		<link>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/06/02/yang-curhat-yang-dihukum/</link>
		<comments>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/06/02/yang-curhat-yang-dihukum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 23:18:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sanjaya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<category><![CDATA[Prita Mulyasari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanjaya.blogdetik.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh membuat mata terbelalak dan mengelus dada. Ketika seorang ibu dari 2 anak yang masih membutuhkan ASI curhat tentang layanan kesehatan yang diterimanya, beliau malah dituntut Perdata dan Pidana. Kini beliau ditahan (sudah 2 mingguan) untuk persiapan sidang pidana. Karena ditahan ini pula, asupan ASI untuk anaknya terhenti.
Bermula dari email yang dikirim ke teman-temannya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh membuat mata terbelalak dan mengelus dada. Ketika seorang ibu <em>dari 2 anak yang masih membutuhkan ASI</em> curhat tentang layanan kesehatan yang diterimanya, beliau malah dituntut Perdata dan Pidana. Kini beliau ditahan (sudah 2 mingguan) untuk <strong>persiapan</strong> sidang pidana. Karena ditahan ini pula, asupan ASI untuk anaknya terhenti.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 144px"><img src="http://ndorokakungmu.files.wordpress.com/2009/06/prita.jpg?w=240&amp;h=320" alt="" width="134" height="179" /><p class="wp-caption-text">Prita &amp; anak2nya (f/ ndoroKakung &amp; Facebook)</p></div>
<p>Bermula dari email yang dikirim ke teman-temannya dan terkirim pula ke<a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/30/111736/997265/283/rs-omni-dapatkan-pasien-dari-hasil-lab-fiktif" target="_blank"> Surat Pembaca Detikcom</a>, ibu Prita ini berkeluh-kesah tentang layanan yang beliau rasa tidak wajar.  Email yang menjadi tersebar kemana-mana seperti bola liar, mendapat tanggapan dari pihak yang dikeluhkan. <a href="http://www.jawaban.com/forum/viewtopic.php?t=11196" target="_blank">Tanggapan yang lengkap</a> dengan pernyataan dari pengacaranya, tidak berhenti sampai disitu.</p>
<p>Tuntutan Perdata dan Pidana dihadapkan pada sang ibu ini karena keluhannya. Kini dengan alasan &#8220;agar tidak menghilang&#8221;, ibu Prita &#8220;dititipkan&#8221; oleh Kejaksaan di Rumah Tahanan menjelang persidangannya.</p>
<p>Sungguh membuat terenyuh.Ibu Prita hanya mengeluhkan layanan, bukan Teroris, bukan Koruptor Kakap, bukan Hooligans, bukan Pencuri, dan bukan Perampok.</p>
<p>Apakah kita menuju ke era peng-HARAM-an Kritik? Padahal Kritik sudah mulai terbuka sejak Gus Dur menjadi Presiden.</p>
<p>Apakah juga ini menandakan bahwa kita tidak boleh berbagi pengalaman pribadi atas layanan publik?</p>
<p>Referensi Media Cetak/Online (ditambah/diedit sesuai perkembangan):</p>
<ul>
<li>DetikNews : <span class="judul"><a href="http://www.detiknews.com/read/2009/06/03/041531/1141743/10/ganjar-email-keluhan-pribadi-tidak-termasuk-pelanggaran" target="_blank">Ganjar: Email Keluhan Pribadi Tidak Termasuk Pelanggaran</a><br />
</span></li>
<li>DetikNews : <span class="judul"><a href="http://www.detiknews.com/read/2009/06/02/175842/1141611/10/keluarga-prita-sudah-ajukan-perdamaian-rs-omni-belum-jawab" target="_blank">Keluarga Prita Sudah Ajukan Perdamaian, RS Omni Belum Jawab</a><br />
</span></li>
<li><span class="judul">DetikNews : </span><span class="judul"><a href="http://www.detiknews.com/read/2009/06/02/174229/1141594/10/rs-omni-tak-takut-ada-gerakan-boikot-di-facebook" target="_blank">RS Omni Tak Takut Ada Gerakan Boikot di Facebook </a><br />
</span></li>
<li><span class="judul">DetikNews : </span><span class="judul"><a href="http://www.detiknews.com/read/2009/06/02/154729/1141494/10/rs-omni-buka-pintu-perdamaian-24-jam-dengan-prita" target="_blank">RS Omni Buka Pintu Perdamaian 24 Jam dengan Prita </a><br />
</span></li>
<li>TempoInteractive :  <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2009/06/01/brk,20090601-179140,id.html" target="_blank">Kejaksaan Perpanjang Masa Penahanan Prita</a></li>
<li>TempoInteractive :  <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2009/06/02/brk,20090602-179384,id.html" target="_blank"><strong><span style="color: #ff0000">Kejiawaan Anak Prita Mulyasari Mulai Terganggu</span></strong></a></li>
<li>TempoInteractive : <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2009/06/02/brk,20090602-179373,id.html" target="_blank">Rumah Sakit Omni Menolak Berkomentar Soal Kasus Prita</a></li>
<li>TempoInteractive :  <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2009/06/02/brk,20090602-179362,id.html" target="_blank">Jaksa: Prita Mulyasari Dijerat Pasar Berlapis</a></li>
<li>Koran Tempo : <a href="http://korantempo.com/korantempo/koran/2009/06/01/headline/krn.20090601.166823.id.html" target="_blank">Tangisan Ananta untuk Bunda Prita</a></li>
<li>VivaNews :  <a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/61484-pbhi__ini_membungkam_kemerdekaan_berpendapat" target="_blank">PBHI: Dia Ini Cuma Ibu Rumah Tangga Biasa</a></li>
<li>TempoInteractive : <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2009/05/30/brk,20090530-178951,id.html" target="_blank">YLKI : RS Omni International Arogan</a></li>
</ul>
<p>Topik bahasan mengenai ibu Prita ini bisa banyak diperoleh dari :</p>
<ul>
<li><span><strong>NdoroKakung</strong> : <a href="http://ndorokakung.com/2009/06/01/seruan-pecas-ndahe" target="_blank">seruan-pecas-ndahe</a></span></li>
<li><strong>blog Tika Banget</strong> : <a href="http://tikabanget.com/2009/06/01/satu-lagi-korban-uu-ite-ituh" target="_blank">satu-lagi-korban-uu-ite-ituh</a>/</li>
<li><strong><span style="color: #0000ff">Facebook :</span></strong> <a href="http://apps.facebook.com/causes/290597" target="_blank">http://apps.facebook.com/causes/290597</a></li>
<li><strong>Bebaskan Ibu Prita Mulyasari</strong> : <a href="http://ibuprita.suatuhari.com" target="_blank">http://ibuprita.suatuhari.com</a>/</li>
<li>Blog Ladung :  <a href="http://blog.ladung.web.id/01/06/2009/budaya-sopan-dan-kritik-yang-haram" target="_blank">budaya-sopan-dan-kritik-yang-haram</a>/</li>
<li><a href="http://www.mediakonsumen.com/istimewa-05.htm" target="_blank">http://www.mediakonsumen.com/istimewa-05.htm</a></li>
<li><a href="http://dailysocial.net/post/dukungan-untuk-prita-bertebaran-di-blogosphere">dailysocial.net:dukungan-untuk-prita-bertebaran-di-blogosphere</a>/</li>
<li><a href="http://tukangobatbersahaja.wordpress.com/2009/06/02/hak-bertanya-pasien-harus-dijawab" target="_blank">tukangobatbersahaja: </a><a href="http://tukangobatbersahaja.wordpress.com/2009/06/02/hak-bertanya-pasien-harus-dijawab" target="_blank"><strong>hak-bertanya-pasien-harus-dijawab</strong></a></li>
<p><span><span> </span></span></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/06/02/yang-curhat-yang-dihukum/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kasta di dunia Modern</title>
		<link>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/05/20/kasta-di-dunia-modern/</link>
		<comments>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/05/20/kasta-di-dunia-modern/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 05:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sanjaya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanjaya.blogdetik.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Di kala saya sekolah di SMP dulu, kita selalu diajarkan mengenai kasta di dalam pelajaran sejarah. Mulai dari kasta paling rendah sampai kasta termulia.  Dalam pelajaran itu juga, disebutkan bahwa sekarang ini sudah tidak ada lagi sistem kasta (terutama di Indonesia).
Di era modern sekarang ini, walaupun masih kasat mata ada pengkastaan, tetapi tidak ada yang mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di kala saya sekolah di SMP dulu, kita selalu diajarkan mengenai kasta di dalam pelajaran sejarah. Mulai dari kasta paling rendah sampai kasta termulia.  Dalam pelajaran itu juga, disebutkan bahwa sekarang ini sudah tidak ada lagi sistem kasta (terutama di Indonesia).</p>
<p>Di era modern sekarang ini, walaupun masih kasat mata ada pengkastaan, tetapi tidak ada yang mau mengakui bahwa pengkastaan (yang cenderung diskriminasi) masih terjadi saat ini. Kasta ini malah hampir terdapat di semua sektor. Wakil rakyat, walaupun sebetulnya perwakilan dari rakyat, tetapi prilaku (80%dari) mereka ingin berbeda dari rakyat biasa. Melewati jalan tol yang macet, minta <strong>&#8220;disisihkan&#8221;</strong> jalan (tidak mau berbaur macet dengan yang lain). Padahal Gaji bulanan mereka yang berkali-lipat dari penghasilan rakyat, diperoleh dari kumpulan pajak hasil keringat rakyat. Yang sesama orang kecil pun, melakukan kastanisasi juga. Pengemudi bus lebih semena-mena terhadap pengemudi mobil kecil. Hal ini bisa dilihat setiap pagi jam 7.15-8.00 di pintu keluar tol Dharmais/Slipi - Jakarta Barat, jika di sana belum ada petugas PJR.</p>
<p>Pada sektor retail, walaupun tidak mereka akui, tapi perlakuan terhadap orang berpakaian mahal berbeda dengan perlakuan terhadap orang yang berpakaian murah. Seperti yang saya baca di sebuah koran beberapa waktu silam, <strong><em>Ebiet G. Ade</em></strong> hanya dianggap sebagai sopir dari seorang wanita (istrinya Ebiet sendiri) yang sedang berbelanja, hanya karena beliau berpakaian sederhana. Saya rasa seorang mahasiswa perantauan yang pergi ke dept.store akan mendapat perlakuan berbeda dengan seorang om perlente yang yang berjalan dengan seorang wanita muda yang cantik.</p>
<p>Selain dua contoh di atas, masih banyak perlakuan-perlakuan diskriminatif yang cenderung membuat kasta mayoritas-minoritas, kaya-miskin, pejabat-rakyat, orang penting-orang ga penting, dan sebagainya. Walaupun tidak diakui oleh yang lebih berkuasa dibandingkan yang tidak berkuasa (misalnya mayoritas terhadap minoritas), tetapi secara nyata mereka telah menerapkannya.</p>
<p>Tidak semua orang melakukan kastanisasi. Tetapi pandangan yang ada di masyarakat bawah sudah tertanam bahwa mereka &#8220;rakyat kecil&#8221; yang tidak bisa berbuat apa-apa jika &#8220;rakyat besar&#8221; (?) punya mau.</p>
<p>Mungkin perlu ada pembenahan, pendidikan semacam PMP/PPKN lebih diintensifkan sejak kelas 1 SD agar kelak generasi masa-depan lebih beradab dan bermoral dari kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/05/20/kasta-di-dunia-modern/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nigerian Scam modus baru dari London</title>
		<link>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/05/13/nigerian-scam-modus-baru-dari-london/</link>
		<comments>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/05/13/nigerian-scam-modus-baru-dari-london/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 22:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sanjaya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanjaya.blogdetik.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Semalam ada kiriman email unik, yang lolos masuk ke inbox Gmail.
Seperti email-email Nigerian SCAM yang lain, email tersebut menawarkan &#8220;warisan&#8221; dari orang yang sudah &#8220;meninggal&#8221; bernilai milyaran rupiah atau USD.
Ada 2 hal unik dari email yang saya terima ini :
1. &#8220;kop surat&#8221; tertulis dari dokter/rumah sakit di London
2. Tertanda (signature) pengirim surat mengaku Yayasan Emmanuel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam ada kiriman email unik, yang lolos masuk ke inbox Gmail.<br />
Seperti email-email Nigerian SCAM yang lain, email tersebut menawarkan &#8220;warisan&#8221; dari orang yang sudah &#8220;meninggal&#8221; bernilai milyaran rupiah atau USD.</p>
<p>Ada 2 hal unik dari email yang saya terima ini :<br />
1. &#8220;kop surat&#8221; tertulis dari dokter/rumah sakit di London<br />
2. Tertanda (signature) pengirim surat mengaku Yayasan Emmanuel dari <strong>BOGOR</strong>.<br />
3. Yang meninggal orang <strong>Indonesia</strong>.</p>
<p>Jika dicari di Google, memang ditemukan nama Yayasan Emmanuel dengan alamat yang sama. Website Yayasan Emmanuel ini di&nbsp;<a href="http://www.yayasan-emmanuel.org" title="http://www.yayasan-emmanuel.org" target="_blank">http://www.yayasan-emmanuel.org</a> Apakah penulis email tersebut mendapatkan alamat lengkap dari Google juga?<br />
Mungkin karena si penulis email ini tidak tahu (comot dari <a href="http://www.expat.or.id/givingback/emmanuelorphanage.html">http://www.expat.or.id/givingback/emmanuelorphanage.html</a>), bahwa HP itu dimaksud ponsel, dan dikiranya kode negara bagian (seperti CA atau DC di USA).</p>
<p>Kalau <a href="http://www.afrinic.net/cgi-bin/whois" target="_blank">ditelusuri</a> dari IP pengirim [41.223.251.29], diperkirakan (jika dia tidak menggunakan Proxy Anonymous) berasal dari Republic Benin, benua Afrika. Ini memperlihatkan semakin anehnya email, yang mengaku dari Bogor (atau London).</p>
<p>Semoga tidak ada yang tertipu dengan email tersebut.</p>
<hr />
<span style="color: blue"><strong>Received:</strong> from&nbsp;<a href="http://blu0-omc2-s13.blu0.hotmail.com" title="http://blu0-omc2-s13.blu0.hotmail. " target="_blank">blu0-omc2-s13.blu0.hotmail.com</a> &nbsp;<a href="http://blu0-omc2-s13.blu0.hotmail.com" title="http://blu0-omc2-s13.blu0.hotmail.(" target="_blank">blu0-omc2-s13.blu0.hotmail.com</a> [65.55.111.88])<br />
by&nbsp;<a href="http://mx.google.com" title="http://mx.google. " target="_blank">mx.google.com</a> with ESMTP id 1si80379qyk.126.2009.05.12.09.19.08;<br />
Tue, 12 May 2009 09:19:09 -0700 (PDT)<br />
<strong>Received-SPF: </strong>pass &nbsp;<a href="http://google.com" title="http://google.(" target="_blank">google.com</a>: domain of &nbsp;<a href="mailto:royal_doctor@msn.com" title="mailto:royal_doctor@msn.com">royal_doctor at msn.com</a> designates 65.55.111.88 as permitted sender) client-ip=65.55.111.88;<br />
<strong>Authentication-Results: </strong>mx.google.com; spf=pass &nbsp;<a href="http://google.com" title="http://google.(" target="_blank">google.com</a>: domain of &nbsp;<a href="mailto:royal_doctor@msn.com" title="mailto:royal_doctor@msn.com">royal_doctor at msn.com</a> designates 65.55.111.88 as permitted sender) smtp.mail=royal_doctor@msn.com<br />
<strong>Received:</strong> from BLU120-W8 ([65.55.111.71]) by&nbsp;<a href="http://blu0-omc2-s13.blu0.hotmail.com" title="http://blu0-omc2-s13.blu0.hotmail. " target="_blank">blu0-omc2-s13.blu0.hotmail.com</a> with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.3959);<br />
Tue, 12 May 2009 09:19:08 -0700<br />
<strong> Return-Path:</strong> &nbsp;<a href="mailto:royal_doctor@msn.com" title="mailto:royal_doctor@msn.com">royal_doctor at msn.com</a><br />
<span style="color: #ff0000"><strong>X-Originating-IP: [41.223.251.29]</strong></span><br />
From: The Royal London Hospital<br />
Subject: Read Mrs.Yuniartin WLL.<br />
Date: Tue, 12 May 2009 16:19:08 +0000<br />
</span></p>
<div id=":7j" class="ii gt">
<div>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB">The </span><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"><span>Royal London Hospital</span></span><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"><span>Whitechapel</span></span><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB">London E1 1BB</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB">+44 </span><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB">7024072618</span><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB">.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: #444444;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> Dear friend,</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: #444444;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB">I write to inform you that Mrs.Yuniarti America Indonesia dead I week ago in our hospital, according to her WLL read by Barrister Thomson, Her  bank will release the total sum of $2.5Milion United Dollars to Yayasan Emmanuel Orphanage home, Jl. Pangrango No. 27A Bogor 16151 Jawa Barat, Indonesia HP,  She also re word you with  $600.000.00(Six Hundred Thousand United Dollars )  for your kind assistance to her.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: #444444;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> This is my finding; you are to contact the bank below to file your claim. </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: #444444;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> Dr.Elex Yanic </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: #444444;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB">General Manager </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"><span>Diamond bank Plc</span></span><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> &amp; Security Centre</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: #444444;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"><a rel="nofollow" href="http://us.mc530.mail.yahoo.com/mc/compose?to=info@diamond-bank.tk" target="_blank"><span style="color: #003399;text-decoration: none">info@diamond-bank.tk</span></a></span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: #444444;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> Best regards</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: #444444;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB">Dr.Glynn Murphy</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB">Cc Yayasan Emmanuel Jl. Pangrango </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB">No. 27A Bogor 16151 </span><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB">Jawa Barat , Indonesia</span><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"> HP.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt"><span style="font-size: 10pt;color: black;font-family: 'Sylfaen','serif'" lang="EN-GB"><span style="font-family: Arial"><strong></strong></span></span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/05/13/nigerian-scam-modus-baru-dari-london/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>E-Billing, murnikah demi Bumi?</title>
		<link>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/04/26/e-billing-murni-kah-demi-bumi/</link>
		<comments>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/04/26/e-billing-murni-kah-demi-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 03:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sanjaya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<category><![CDATA[e-billing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanjaya.blogdetik.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Pelanggan PostPaid beberapa layanan (kebanyakan dari Bank/ISP/Media/Ponsel) beberapa bulan ini sering mendapatkan himbauan untuk memindahkan Billing Statement cetaknya ke bentuk Elektronik (dikirim via email).
Dengan &#8220;motivasi&#8221;/alasan mengurangi Global Warning, mereka mengajak para pelanggannya agar membantu mengurangi &#8220;Pemanasan Bumi&#8221;.
Jika ditilik dari niat &#8220;yang tulus&#8221; pembuatan dan pembuangan kertas memang ikut menyebabkan pemanasan bumi. Pembuatan kertas awalnya dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelanggan PostPaid beberapa layanan (kebanyakan dari Bank/ISP/Media/Ponsel) beberapa bulan ini sering mendapatkan himbauan untuk memindahkan Billing Statement cetaknya ke bentuk Elektronik (dikirim via email).</p>
<p>Dengan &#8220;motivasi&#8221;/alasan mengurangi Global Warning, mereka mengajak para pelanggannya agar membantu mengurangi &#8220;Pemanasan Bumi&#8221;.</p>
<p>Jika ditilik dari niat &#8220;yang tulus&#8221; pembuatan dan pembuangan kertas memang ikut menyebabkan pemanasan bumi. Pembuatan kertas awalnya dari bubur kertas yang diambil dari salah satu komponen kayu dari hutan. Jika kayu di hutan sering-sering diambil untuk membuat kertas, Dunia akan menjadi panas. Walaupun ada juga kertas Daur Ulang yang kualitasnya cukup bagus, harganya masih terlalu tinggi untuk perusahaan di Indonesia.  Kertas-kertas yang tidak terpakai, biasanya dibakar dalam tempat sampah, dan ini juga katanya menambah pemanasan Bumi.</p>
<p style="text-align: center"><img class="aligncenter size-full wp-image-68" src="http://sanjaya.blogdetik.com/files/2009/04/lets-go-green-and-paperless_r1_c1.jpg" alt="FirstMedia - Lets Go Green" width="345" height="154" /></p>
<p>Dari segi bisnis, E-Billing ini membuat pengeluaran mereka menjadi berkurang banyak. Dengan infrastruktur (terutama perhitungan billing) yang sudah terintegrasi dengan komputer dan internet, pembuatan e-billing ini tidak menambah bea operasional. Pencetakan kertas tagihan, peng-amplopan, dan pengiriman via pos merupakan beban beaya mereka yang cukup tinggi yang akan mereka kurangi.</p>
<p>Sungguh tidak mengherankan, untuk perusahaan yang sudah bisa membuat tagihan via email sangat bersemangat dalam memindahkan sistem tagihan mereka.</p>
<p>Apakah keuntungan customer untuk e-billing ini? tidak terlalu banyak, hanya unsur sosial/masa depan saja. Selain lebih mudah dalam pengarsipan (tinggal dikumpulkan dalam sebuah disk/flashdisk), lebih banyak menghemat tempat. Tetapi jika customer ingin membaca/mengakses, diperlukan komputer untuk membukanya. Komputer menggunakan listrik dan mengeluarkan hawa panas. Ini berarti komputer juga menambah pemanasan global. Seperti balon berisi air, dipencet kiri, keluar kanan.</p>
<p>Perusahaan yang mengajak customernya untuk pindah ke e-billing tidak banyak yang memberikan kompensasi kepada pelanggan yang ikut mensukseskannya. Dari beberapa perusahaan yang saya ikuti e-billingnya, hanya Fastnet/Firstmedia yang memberikan hadiah undian Gadget sampai bulan Mei 09 ini. Selanjutnya? tidak ada potongan uang langganan atau kompensasi lain. Citibank? sama. Selama bertahun-tahun saya ikuti Citibank e-billing,perlakuan yang diterima sama dengan perlakuan yang Citibank berikan pada pelanggan yang Billing-nya dicetak di kertas &amp; kirim via PT.Pos.  Beberapa bulan ini Indosat juga sedang bersemangat untuk mengajak pelanggan Matrix-nya pindah ke e-billing. Apakah Indosat akan sukses memindahkan ke e-billing? mengingat perusahaan ini tidak memberikan kompensasi apapun (apalagi hadiah yang menarik) untuk customernya yang pindah ke sistem yang sangat memberikan keuntungan besar bagi perusahaan.</p>
<p>Saya rasa, E-Billing akan sukses jika ada tawaran/kompensasi menarik untuk para customernya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/04/26/e-billing-murni-kah-demi-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>11juta untuk iPhone 3G Telkomsel gak mahal?</title>
		<link>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/03/15/iphone3g-telkomsel/</link>
		<comments>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/03/15/iphone3g-telkomsel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 00:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sanjaya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanjaya.blogdetik.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[membaca judul berita di detikinet.com Telkomsel: Harga iPhone 3G Tidak Mahal, ada rasa ingin tertawa, terharu, atau bahkan kasihan. Kesan saya, barang lama dijual mahal.
Jika Telkomsel mengedarkan iPhone 3G setahun lalu (saat release dunia pertama oleh Apple), harga tersebut masih &#8220;wajar&#8220; untuk gengsi sebuah iPod Touch yang bisa telepon (baca kekurangan-kekurangannya di sini). Apalagi operator-operator di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>membaca judul berita di <strong>detikinet.com</strong> <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/03/14/141825/1099342/328/telkomsel-harga-iphone-3g-tidak-mahal"><strong>Telkomsel: Harga iPhone 3G Tidak Mahal</strong></a>, ada rasa ingin tertawa, terharu, atau bahkan kasihan. Kesan saya, <em>barang lama dijual mahal</em>.</p>
<div id="attachment_51" class="wp-caption aligncenter" style="width: 335px"><a href="http://mobiletechaddicts.com/2009/03/15/iphone-30-what-to-expect-maybe/"><img class="size-full wp-image-51" src="http://sanjaya.blogdetik.com/files/2009/03/iphonevsstone1-thumb.jpg" alt="Perbandingan iPhone dengan Batu" width="325" height="305" /></a><p class="wp-caption-text">Perbandingan iPhone dengan Batu</p></div>
<p>Jika Telkomsel mengedarkan iPhone 3G <strong>setahun lalu</strong> (saat release dunia pertama oleh Apple), harga tersebut masih <strong><em>&#8220;<span style="text-decoration: underline">wajar</span>&#8220;</em></strong> untuk gengsi sebuah <a href="http://blogindra.sanjaya.org/2009/03/release-iphone-telkomsel-sebuah.html" target="_blank"><strong>iPod Touch</strong> yang bisa telepon</a> (baca kekurangan-kekurangannya di <a href="http://feedproxy.google.com/~r/BlogIT-Indra/~3/0PCeRSNz3V0/release-iphone-telkomsel-sebuah.html" target="_blank">sini</a>). Apalagi operator-operator di luar negeri banyak memberikan harga murah bersubsidi (misalkan <a href="http://www.truemove.com/iphone/eng/price_plan.htm" target="_blank">Thailand</a>) yang membuat Telkomsel terlihat hanya menjual <em>iPhone locked (only Telkomsel)</em> seharga <em>iPhone Factory Unlock</em>.</p>
<p>Untuk perbandingan spesifikasi gadget, masih lebih banyak keunggulan BlackBerry Bold (yang umurnya lebih muda) dibandingkan iPhone3G. Untuk seri touchscreen seperti iPhone, bakal ada <strong>BlackBerry Storm</strong> yang sudah HSDPA dengan semua keunggulan-keunggulan perangkat BlackBerry.</p>
<hr />Berikut Kutipan dari&nbsp;<a href="http://DetikINet.com" title="http://DetikINet. " target="_blank">DetikINet.com</a> :</p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>Jakarta</strong> - Telkomsel, selaku mitra resmi Apple dalam memasarkan handset iPhone 3G di Indonesia, mengklaim paket bundling yang ditawarkannya tidak kemahalan.</p>
<p style="padding-left: 30px">&#8220;Siapa bilang mahal? Mahal itu relatif,&#8221; VP Product Marketing and CRM Telkomsel Hendri Mulya Sjam menegaskan demikian ketika dihubungi <strong>detikINET</strong>, Sabtu (14/3/2009).</p>
<p style="padding-left: 30px">Telkomsel akhirnya mengumumkan <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/03/12/173355/1098614/328/iphone-3g-telkomsel-meluncur-20-maret"><span style="color: #660099">peluncuran </span></a>iPhone 3G di Indonesia pada 20 Maret mendatang. Namun pelanggan yang semula ingin beli, langsung kecewa begitu tahu <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/03/12/183004/1098634/328/nih-harga-lengkap-iphone-3g-telkomsel"><span style="color: #660099">harga </span></a>yang ditawarkan tidak sesuai dengan perkiraan mereka.</p>
<p style="padding-left: 30px">Harga Rp 9.605.000 untuk handset iPhone 3G kapasitas 8GB dan Rp 11.205.000 untuk 16GB, oleh masyarakat umum dinilai <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/03/13/143505/1098970/328/kemahalan-calon-pembeli-iphone-3g-kecewa"><span style="color: #660099">terlalu mahal </span></a>untuk ukuran gadget yang sejatinya bukan barang baru lagi.</p>
<p style="padding-left: 30px">&#8220;Tapi ada juga kok yang mampu beli. Buktinya ponsel dengan harga seperti itu, misalnya Nokia E90, masih laku bak kacang goreng saat peluncurannya kali pertama di Indonesia,&#8221; sanggah Hendri.</p>
<p style="padding-left: 30px">Telkomsel sendiri belum berniat untuk mereview kembali harga yang akan ditawarkannya ke pasar. &#8220;Memang <em>segitu </em>harganya dari Apple,&#8221; tandas urang awak ini tanpa mau mengungkap harga dasar ponsel tersebut. <strong>( rou / rou ) </strong></p>
<p style="padding-left: 30px">-.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/03/15/iphone3g-telkomsel/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>jajan Soto Kudus di Jakarta</title>
		<link>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/02/17/jajan-soto-kudus-di-jakarta/</link>
		<comments>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/02/17/jajan-soto-kudus-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 02:22:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sanjaya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanjaya.blogdetik.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[
Pulang dari Tour of Duty beberapa hari lalu, saya mampir makan siang di pinggir jalan.
Lokasi di dekat rumah SBY, namanya Soto Kudus Cikeas.
Penataan dekor di dalamnya pakai gubug, seperti ingin mengesankan ada di persawahan.
Dari segi harga, Soto Kudus Cikeas ini masih lebih murah dari Soto Kudus Sederhana (mbok Jatmi) yang ada di Jl. Daan Mogot [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="icon"><img class="spritemap_icons sx_note" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/spacer.gif?8:11" alt="" /></div>
<p>Pulang dari <em>Tour of Duty</em> beberapa hari lalu, saya mampir makan siang di pinggir jalan.<br />
Lokasi di dekat rumah SBY, namanya Soto Kudus Cikeas.<br />
Penataan dekor di dalamnya pakai gubug, seperti ingin mengesankan ada di persawahan.</p>
<p>Dari segi harga, Soto Kudus Cikeas ini masih lebih murah dari Soto Kudus Sederhana (mbok Jatmi) yang ada di Jl. Daan Mogot (depan halte busway Jelambar).</p>
<p>Tapi dari segi rasa, masih unggul mbok Jatmi ini. SKC ini masih jauh rasanya. Mulai dari kuah, kualitas daging ayamnya, bumbu kecapnya, bawang putih gorengnya, dll.</p>
<p>Jika ditanya mengenai rasa &amp; Soto Kudus yang sesungguhnya, Soto Kudus di Daan Mogot sudah 98% mendekati rasa yang di Kudus sesungguhnya.<br />
Mungkin karena di sana masak kuahnya pakai api dari arang, dan kecap-nya bukan kecap biasa.</p>
<p>Kalau diurutkan, tempat favorit saya mencari soto Kudus di Jakarta sbb :<br />
1. Soto Kudus Sederhana (Daan Mogot)<br />
2. Soto Kudus Gereja Ayam (Kelapa Gading)</p>
<p>BTW, walaupun itu Soto Kudus, tapi harganya sudah pakai KTP Jakarta.<br />
Maklum, harga bahan pokok dan ongkos angkutan Jakarta-Kudus tetap mahal, <strong>walaupun BBM sudah turun 3x</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/02/17/jajan-soto-kudus-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru 2009</title>
		<link>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/01/02/selamat-tahun-baru-2009/</link>
		<comments>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/01/02/selamat-tahun-baru-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 11:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sanjaya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanjaya.blogdetik.com/2009/01/02/selamat-tahun-baru-2009/</guid>
		<description><![CDATA[Semoga dengan bertambahnya angka tahun ini, makin tercipta hidup yang damai dan bahagia.Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.  
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga dengan bertambahnya angka tahun ini, makin tercipta hidup yang damai dan bahagia.Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanjaya.blogdetik.com/2009/01/02/selamat-tahun-baru-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>(jawaban) XL tentang Tagihan Miliaran</title>
		<link>http://sanjaya.blogdetik.com/2008/11/15/jawaban-xl-tentang-tagihan-miliaran/</link>
		<comments>http://sanjaya.blogdetik.com/2008/11/15/jawaban-xl-tentang-tagihan-miliaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 02:28:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sanjaya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[forward email]]></category>

		<category><![CDATA[billing]]></category>

		<category><![CDATA[milyar]]></category>

		<category><![CDATA[tagihan]]></category>

		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<category><![CDATA[xplor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sanjaya.blogdetik.com/2008/11/15/jawaban-xl-tentang-tagihan-miliaran/</guid>
		<description><![CDATA[http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/14/00270260/redaksi.yth Kasus tagihan 17Milyar dari XL, akhirnya mendapat jawaban yang &#8220;cukup standar&#8221;.
XL tentang Tagihan Miliaran
Menanggapi surat Bapak Kushareyanto di Kompas (3/11) ”Tagihan Seluler Perseorangan Mencapai Rp 17,66 Miliar”, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Kami telah menghubungi Bapak Kushareyanto untuk menindaklanjuti dan menjelaskan permasalahan. Terkait dengan tagihan Bapak Kushareyanto (Nomor: 400-27686-2047) yang jatuh tempo pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/14/00270260/redaksi.yth">http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/14/00270260/redaksi.yth</a> Kasus tagihan 17Milyar dari XL, akhirnya mendapat jawaban yang &#8220;cukup standar&#8221;.
<p><strong>XL tentang Tagihan Miliaran</strong></p>
<p>Menanggapi surat Bapak Kushareyanto di Kompas (3/11) ”Tagihan Seluler Perseorangan Mencapai Rp 17,66 Miliar”, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Kami telah menghubungi Bapak Kushareyanto untuk menindaklanjuti dan menjelaskan permasalahan. Terkait dengan tagihan Bapak Kushareyanto (Nomor: 400-27686-2047) yang jatuh tempo pada tanggal 30 Oktober 2008 telah terjadi kesalahan cetak pada lembar tagihan dimaksud.</p>
<p>Saat ini telah dilakukan koreksi atas tagihan tersebut dan Bapak Kushareyanto dapat menerima penjelasan dari kami. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan pelanggan melalui 817 (dari ponsel XL) atau (021) 57959817 dari telepon lain, atau mengirim e-mail ke: &nbsp;<a href="mailto:customerservice@xl.co.id.</p>
<p><strong>Myra&#8221; title=&#8221;mailto:customerservice@xl.co.id.</p>
<p><strong>Myra&#8221;>customerservice at xl.co.id.</p>
<p><strong>&#8230;</a> Junor</strong> GM Corporate Communication PT Excelcomindo Pratama Tbk </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sanjaya.blogdetik.com/2008/11/15/jawaban-xl-tentang-tagihan-miliaran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
