berInternet dengan Sehat

Filed Under (Umum) by Sanjaya on 13-11-2010

Tagged Under :

Saat ini, Internet sudah menjadi bagian dari hidup (sebagian besar) masyarakat. Mulai akses dari PC/laptop (kantor, rumah, warnet) sampai melalui ponsel. Hampir semua ponsel keluaran tahun 2010 sudah bisa digunakan berinternet berbasis WAP.

Seperti halnya dunia nyata, isi internet bermacam-macam. Ada yang baik dan jahat, ada yang untuk anak-anak dan dewasa. Bagi yang senang menulis, biasanya menulis blog sesuai dengan karakter masing-masing.

Beberapa waktu lalu, blog pernah menjadi sorotan karena materi yang ditulis menyinggung pribadi seseorang.  Agar tidak terjadi masalah di lain waktu, sebaiknya menulis blog disesuaikan dengan etika berinternet dan hukum yang sudah ada.  Dan janganlah menulis hal yang belum terlihat kebenarannya, karena bisa dianggap fitnah.

Menjelang awal puasa kemarin, bapak menteri kita membuat satu “tekanan” pada Internet Service Provider di Indonesia untuk segera melakukan blokir pada isi/konten pornografi. Suatu pekerjaan yang seperti “Bandung Bondowoso”, melakukan filter terhadap milyaran konten yang bersliweran di dunia internet.

Pada 1-2 tahun sebelumnya sudah ada gerakan internet sehat yang dipelopori pribadi dan organisasi non pemerintah. Saya menganggap, gerakan ini sebetulnya lebih efektif dalam jangka panjang, karena membangkitkan “character building” dari dalam diri manusia.

Pada hakekatnya, pertahanan yang paling kuat atau lemah ada pada diri sendiri.  Penutupan/pemblokiran tanpa membangun jiwa, hanya membuat orang tersebut mencari celah dan jalan lain untuk menghindari pemblokiran.

Pornografi, merupakan hal yang paling ditakuti oleh para orang tua. Karena orang tua jaman sekarang, tidak mendapatkan pembekalan dari orang tua-nya mengenai pendidikan dini untuk hal seperti ini. Maklum, jaman dulu belum ada internet dan majalah porno tidak beredar resmi di Indonesia. Tetapi apakah kita harus pasrah? Sebaiknya kita mulai mengubah cara melawan pornografi ini dengan cara yang lebih diterima oleh anak-anak kita. Karena efek yang ditimbulkan saat anak kecil melihat pornografi lebih berat, karena mereka hanya berfikir nikmat sesaat.  Jika kita beri penjelasan bahwa Anak di bawah umur itu belum cukup mampu berfikir panjang setelah melihat hal-hal tersebut. Bagaimana jika timbul penyakit AIDS? atau bagaimana jika hamil di usia sekolah? atau lebih memikirkan masa depan (karir, bersekolah tinggi) atau berumah tangga dini dengan beban dan tanggung jawab yang besar?

Mungkin jika kita tanamkan hal itu sebelum anak-anak mengenal pornografi, akan ada perlawanan di dalam jiwa mereka untuk berfikir yang tidak sepantasnya di umur mereka.

Berbagi tulisan ini melalui :
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Ping.fm
  • MySpace
  • Print this article!

ReDENOMINASI dari kacamata TUKANG

Filed Under (Umum) by Sanjaya on 08-08-2010

Tagged Under : , , ,

dari blog : http://sanjaya.blogdetik.com .

Redenominasi, merupakan salah satu trending topic dalam minggu ini.  Ungkapan (atau wacana?) yang digulirkan oleh Gubernur BI, bp Darmin Nasution menjadi pembicaraan hangat di semua kalangan.

Ada beberapa ahli yang menyebutkan bahwa ini salah satu bentuk dari “meningkatkan harga diri bangsa”.Ada juga ahli/petinggi yang mengungkapan bahwa untuk menghitung APBN yang sampai ratusan triliun sudah tidak bisa menggunakan kalkulator yang ada di pasar.  Apakah Anggaran Negara itu cuma dihitung dengan kalkulator pasar? hmmm….

Banyak polemik tentang redenominasi ini  tidak terlalu saya pahami.

Sebagai kacung IT, saya cuma bingung dalam implementasi di aplikasi komputernya.

Bagaimana cara menghilangkan angka nol beberapa digit dalam data/laporan keuangan.

Bagaimana pula cara “cut-off” data, mana yang masih dihitung dengan nominal lama, data kapan pula yang harus dihitung dengan nominal baru.

Jika data dari awal, berarti saya harus membuat sebuah aplikasi untuk “menyesuaikan” data lama dengan nominal baru. Apabila ada tanggal cut-off, bagaimana cara transisi dari nominal lama ke nominal baru.

Akan menjadi perulangan mimpi buruk proses “Millenia” 10 tahun silam, jika mata uang yang digunakan masih tetap sama persis, hanya patok desimal saja yang bergeser.

Tugas tersebut akan menjadi ringan, jika pemerintah menggunakan mata uang baru untuk nominal hasil redenominasi. Dari sisi aplikasi, penggunaan beberapa mata uang sudah menjadi hal yang mudah dan lumrah.

Yang terlihat jelas dari “proyek” redenominasi ini adalah masa depan mahasiswa jurusan IT akan menjadi sangat cerah. Akan banyak proyek untuk menyesuaikan mata uang pada masing-masing aplikasi di perusahaan swasta dan kantor pemerintahan, seperti yang terjadi pada tahun 1999 silam menyambut pergantian abad.

Jika pemerintah dan BI betul-betul ingin menggeser patok desimal dari mata uang kita, sebaiknya dipikirkan untuk menggunakan mata uang baru atau simbol baru. Walau hal ini tidak mudah, karena ada undang-undang yang menyatakan tentang mata uang negara tetapi akan lebih menyelamatkan Indonesia dari “kekacauan digital” yang lebih besar.

Berbagi tulisan ini melalui :
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Ping.fm
  • MySpace
  • Print this article!

Tabel Banding Tarif layanan BB

Filed Under (Umum) by Sanjaya on 06-06-2010

Tagged Under : , , ,

http://sanjaya.blogdetik.com

Blackberry Curve

Perbandingan tarif layanan Blackberry Internet Services UNLIMITED untuk sistem On-Demand/Prabayar (yang daftarnya cukup via SMS, tidak perlu pergi ke CS).

Tabel tarif dirangkum dari situs masing-masing Operator, pada saat blog ini ditulis.

Akan ada perbedaan, jika mereka melakukan perubahan tarif.

Operator

Harian

Mingguan

Bulanan

Plus

Minus

3 (Three) Rp 3.500,- Rp 19.000,-

(data per 7-Ags-10)

Rp 21.000,- +PPN


Rp 88.000,-

Data 7-Ag-10 :

Rp 69.000 (blm term.PPN 10%)

Termurah saat ini

Pengalaman Pribadi : CS via emailnya cukup responsif

Coverage-nya

sangat payah.

Di Jakarta saja,

masih ada blankspot

di mall tertentu.

AXIS Rp 3.900,- Rp 30.000,-

Tarif 7-Ag-10

Rp 25.000,-

Dapat Bonus 1000menit bicara

Rp 120.000,-

Data 7-Ag-10 :

Rp 79.000

Dapat bonus 5000menit bicara

Mudah registrasi dan Unreg-nya

Pengalaman Pribadi : Coverage BTS 3G-nya cukup banyak. Di kota Demak, hanya AXIS yang berani “beradu” BTS 3G dengan Telkomsel.

Coverage belum luas

Tarif Bicara/telp dihitung pembulatan tiap menit

XL Rp 5.000,- Rp 33.000,- Rp 150.000,-

Rp 99.000,- per 21-Juni-2010

- -
Telkomsel Rp 5.000,- Rp 35.000,- Rp 150.000,-

(Rp 120.000 untuk bulan pertama)

Coverage terluas se-Indonesia Jika ada masalah, lama & susah pemecahannya.Pengalaman Pribadi : CS nya kurang responsif, dan bermasalah saat Unreg
Indosat

tarif per 1-Juli-10
1-Okt-2010

Tarif sama untuk layanan StarOne (CDMA)

Rp 8.800,- Rp 55.000,- Rp 192.500,- (utk kartu Matrix dan Starone PascaBayar)

Rp 160.000,- (utk kartu prabayar)

Coverage no.2 terluas se-Indonesia Per 1-Juli, tarif layanan BB termahal
Smart Telecom (CDMA 1900) Rp 5.000,- —- Rp 140.000,- Kecepatan tertinggi di Indonesia, jika berada di cakupan BTS EVDO. Karena CDMA, butuh handset BB khusus

Untuk layanan yang cocok dengan anda, ada pertimbangan yang dilirik :

  1. “Wilayah” peredaran Anda.
  2. Kebutuhan akan kecepatan
  3. Solusi alternatif koneksi. Jika BB anda bisa Wifi, dengan layanan Unlimited ini bisa menggunakan hotspot saat mengalami Blank Spot.
  4. Anda tidak perlu mempertimbangkan coverage 3G operator, jika BB yang digunakan belum ada.
Berbagi tulisan ini melalui :
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • Ping.fm
  • MySpace
  • Print this article!