October 2nd, 2009

e-TollCARD kurang menarik

e-Tollcarde-Tollcard : Kartu Prabayar Elektronik untuk tol yang diterbitkan oleh Bank Mandiri ini ternyata kurang menarik bagi saya.

Berdasarkan pengalaman pribadi, beberapa hal yang tidak menarik :

  1. Kita sudah menyimpan dana di kartu tersebut sebelum menggunakannya. Tetapi tidak ada benefit dalam penyimpanan ini, misalnya Discount tarif Toll seperti halnya membeli tiket berlangganan yang tergusur karena e-tollcard ini. Padahal uang yang tersimpan di kartu tidak bisa sembarangan dipakai buat bayar. Hanya bisa ditempat tertentu yang mau menerima kartu e-Toll card ini.
  2. Ada nominal Uang Rp 10.000 yang tidak bisa digunakan (saldo mengendap). Hanya bisa dicairkan jika kita mengembalikan kartu. Itu pun akan dipotong bea admin yang sebesar (kurang lebih) Rp 5.000,-
  3. Bea Admin

  4. Ribet isi ulangnya. Musti belanja di Indomaret dulu atau punya rekening di Mandiri.
  5. Tidak ada keistimewaan apa pun untuk pengguna e-TollCard. Seharusnya ada gerbang khusus untuk pengguna e-TollCard, agar terasa istimewanya kartu ini (toh saya sudah setor duit dulu ke bank Mandiri) dan tidak menunggu orang lain menghitung uang kembalian.

Pengalaman orang lain menggunakan e-Tollcard, salah satunya ada di Surat Pembaca Detikcom.

Semoga beberapa waktu ke depan ada perubahan khusus yang membuat e-TollCard menjadi lebih menarik lagi.

September 14th, 2009

CCTV Dep.Perhubungan 2009

Bagi yang mau mudik, bisa memonitor CCTV dari DepHub di beberapa titik kemacetan.

Silakan langsung akses ke http://htxt.it/63tg

Selamat Hari Raya Idul Fitri

1 Syawal 1430 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

June 26th, 2009

My First Internet experience

Pada kuartal ketiga tahun 1996, akses internet eceran mulai dijual di kota Bandung.  Saat itu pula, saya yang masih mahasiswa mulai tertarik di dunia internet ini. Di masa itu, sistem operasi yang digunakan masih MS DOS 6.22 plus MS Windows 3.1. ISP yang menjual akses masih bisa dihitung dengan setengah dari total jari sebelah tangan saja (saking dikitnya, hehehe). ISP pertama di Bandung itu Melsa yang merupakan reinkarnasi dari layanan BBS (Bulletin Board System) sebelumnya. BBS ini layanan jadul (jaman dulu) banget yang hanya menggunakan client terminal dari modem.

Waktu itu, di setiap pendaftaran akses internet disyaratkan sudah memiliki modem analog (tahun 96 masih 14.4kbps). Setelah membayar uang registrasi akan diberikan username, email, password, dan beberapa disket instalasi seperti Trumpet Winsock (untuk dial-up dalam Windows 3.1),  Eudora (untuk POP3 client), Netscape (internet browser),  dan WS FTP. Beberapa kali pindah ISP, paket yang didapat tidak jauh berbeda dari empat software tersebut.

Internet waktu itu berbeda jauh dengan saat ini. Email POP3 yang diberikan hanya bisa diakses dari Eudora saja.  Belum bisa diakses melalui web atau device lain seperti sekarang ini. Layanan webmail yang sudah ada waktu itu adalah Hotmail, dengan logo amplop surat yang “terbakar” panas.

Ada kebanggaan semu dengan teman-teman saat memiliki email Hotmail tersebut. Saat membuat kartu nama, alamat Hotmail dicantumkan di bawah nama masing-masing. Saya sebut semu, karena email tersebut kenyataannya belum berguna. Internet baru mulai “buka” di Indonesia, masih belum banyak orang yang memiliki email. Berbeda jauh dengan kondisi sekarang ini.

Pada tahun itu pula, IRC sudah banyak penggunanya tapi bukan di Indonesia ataupun orang Indonesia. Website yang ada juga masih belum banyak. Seperti saat Mr.Bean baru jatuh dari pesawat ruang angkasanya, waktu itu kami seperti orang yang tak tau arah tujuan. Internet, dunia baru yang benar-benar asing dan awam. Di sinilah kami mengetahui bahwa internet seperti dunia nyata, di mana alamat (URL) atau IP merupakan hal yang mutlak untuk dapat menjelajahi dunia online.

Yang membanggakan dari waktu itu (tahun 96) adalah on-air di radio Pro2FM Bandung, berbincang-bincang mengenai internet. Padahal waktu itu cuma baru tau browsing Hotmail dan main mIRC.

Next Page »